Widayanti Rose

Lahir dan tinggal di Sumenep, saat ini menjadi guru aktif di sebuah SD. Menulis baginya sebuah hobbi yang membawa manfaat. Tulis apapun yang berguna. Karena den...

Selengkapnya
BERBAGI TANPA

BERBAGI TANPA "GAJI"

RELAWAN LITERASI BERBAGI

Kalau ada workshop yang didampingi narasumber tanpa bayaran, itu relawan Rumah Literasi namanya. Kami hadir di berbagai daerah untuk menularkan virus literasi di kalangan guru, kepala sekolah dan siswa.

“Berapa satu jam?” pertanyaan seorang teman saat saya posting foto mengisi acara di Gili genting

Saya jawab, “1 jam adalah 60 menit”

Dalam benak teman-teman, pastinya pelatihan seperti ini yang dibayangkan adalah berapa honor yang harus diberikan untuk para narasumber di rulis? Atau bahkan berpikir, jika 1 jam saja dibayar sekian, maka kak Rose sudah dapat bayaran sekian _itu pernah di bayangan Tarjo_ups

Hidup itu bukan selalu tentang materi, bukan selamanya soal uang. Kesempatan untuk berbagi adalah anugerah tersendiri. Kami tim solid yang hanya akan dipenuhi dengan orang yang punya nyali.

Mau gak gabung di rulis tanpa dibayar? mau gak gabung dirulis bayar iuran? Mau gak gabung di rulis dengan komitmen tinggi untuk berbagi? Itu adalah pertanyaan pendiri rulis sebelum saya putuskan untuk menyatu dengan komunitas ini. Komunitas yang seperti keluarga sendiri, dalam sebuah rumah. Rumah literasi.

“Kalau gak dibayar, pelatihan murah apa murahan?” Ciaha! Candaan yang menikam. Kami memang penulis biasa, kami punya karya, kami ingin membuat orang lain juga berkarya dan kami akan membuatmu sama. Menulis untuk berbagi.

Mungkin banyak di luar sana yang jauh lebih hebat, tapi kami punya semangat. berbagi, mengabdi, dan membumikan literasi.

Anda ingin menulis, atau mungkin ingin murid-murid Anda kami dampingi? Sila mengundang kami, dengan surat permohonan melalui rumahliterasisumenep@gmail.com tunggu kabar dari tim untuk penentuan jadwal roadshow.

Eh, masih satu pertanyaan lagi belum terjawab. “Kamu jalan meninggalkan sekolah apa tidak dimarahi kepala?” emangnya kepala sukanya marah-marah? Ups

Kami tidak pergi sebelum menerima Surat Dispensasi. Jadi perjalanan kami resmi dari Dinas pendidikan. Eh, kami juga bareng Pak Kasi lo. Tentunya Kasi yang juga mau mengabdi untuk negri.

“Ada pertanyaan lagi?”

Seorang peserta workhsop mengangkat tangan.

“Kenapa laptop ibu bertuliskan Cintamu seperti monyet, muka loe kece dompet loe kere?”

Huahaa! Gubraaak! Fokusnya malah ke situ.

======

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semangat yang luar biasa membelah lautan, demi menyebarkan virus literasi untuk kemajuan negeri... Salut ruuaarrr biasa

30 Apr
Balas

Semoga selalu istiqomah dalam menulis dan berbagi

01 May

Pengorbanan yang sungguh luar biasa.. Semangat selalu bunda

30 Apr
Balas

Bismillah, semangat senyum bunda

01 May
search