Widayanti Rose

Lahir dan tinggal di Sumenep, saat ini menjadi guru aktif di sebuah SD. Menulis baginya sebuah hobbi yang membawa manfaat. Tulis apapun yang berguna. Karena den...

Selengkapnya

GODAAN ROMADHAN

Ini hari keempat Anakku, Bintang berpuasa. Tiga hari telah dilalui dengan lulus sampai maghrib.

Sesuai anjuran teman-teman yang kubaca di grup, salah satu cara agar tidak terasa sangat haus ketika berpuasa adalah dengan meminum air hangat di saat sahur.

Air hangat sebagai penutup sahur dapat menghilangkan minyak yang melekat di kerongkongan. Minyak inilah yang katanya membuat kita selalu merasa haus. Karena itu, saya coba terapkan pada Bintang. Setiap sahur saya siapkan susu hangat sebagai penutup. Harapannya semoga kuat tanpa drama.

Bukan itu saja, setiap selesai makan sahur saya ajari Bintang melakukan selftalk “Aku kuat berpuasa sehari penuh” tentunya diucapkan dengan penuh semangat. Alhamdulillah tiga hari terlewati walau sempat guling-guling di lantai menunggu maghrib.

Ini hari keempat, tak nampak tanda-tanda dia lemas menjalani puasanya. Dia pamit mau main ke tetangga, saya ijinkan dengan syarat tidak berlebihan karena dia sedang puasa.

Dia pun menyanggupinya.

Beberapa lama Bintang main, akhirnya dia datang dengan mengeluh haus yang tak tertahan.

Seperti biasa, saya hibur agar dia bertahan sampai maghrib.

“Sabar, Kak. Ini godaan.” Kata saya dengan senyum.

“Godaan siapa, Bu’. Katanya syetan bulan puasa diikat, ini bukan godaan. Ini haus beneran” jeritnya sambil memegang leher.

Saya ingin ketawa dengar jawabannya, sekaligus juga kasihan. Saya tau pasti apa yang dia rasakan, andai dengan menjerit-jerit begitu haus akan hilang, sayapun akan melakukannya. Ups

“Sabar, Kak. Semua orang yang puasa itu memang lapar dan haus. Ini mengajari kita bagaimana rasanya orang miskin yang berhari-hari gak makan dan minum.” Saya masih berusaha menenangkannya.

Tapi tangisnya makin keras, sambil batuk dia memegang lehernya.

“Haus bu, hauuus” isaknya dengan jerit yang menyayat hati.

Beberapa lama saya masih bernegoisasi dengannya. Banyak kisah yang kuceritakan agar dia mau bertahan. Tapi tidak mempan, dia sudah menjerit-jerit tak bisaa nahan.

“Kamu main apa kok sampai kehausan?”

“Cuma duduk aja kok,”

Saya gak percaya hanya duduk saja membut dia seperti ini.

“Selain duduk, ngapain lagi?”

“Gak ada, tadi lihat bak Dona enak makan minum.” Jawabnya lugu.

Tuh kan, pasti ini alasannya kenapa Bintang mendadak haus dan lapar tak tertahankan. Karena melihat temannya yang tidak puasa, menikmati makan dan minum di terik siang membuatnya tidak tahan lagi dengan hausnya.

Saya tidak boleh terlalu memaksa, dia masih umur 7 tahun, masih dalam masa belajar berpuasa. Hari ini saya mengalah, dia boleh puasa minum saat adzan dhuhur dan terus lanjut puasa sampai maghrib.

Besok, saya tau harus bagaimana agat hal ink tidak terjadi lagi. Dengan tidak membiarkan Bintang kembali berada di lingkungan yang makan minum sepuasnya. Sehingga membuatnya begitu dahaga.

Ya, pengaruh dari pergaulan kekuatannya begitu dahsyat. Karena itu saya bergabung dengan teman-teman di gurusiana yang mau maju dan rajin menulis, siapa tau sayapun jadi kebelet nulis seperti Bintang yang hausnya tak bisa lagi ditahan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salam balik dari Bintang, Bunda. Aamiin, insyaAllah besok ful sehari katanya.hee

20 May
Balas

Salam buat Bintang , bunda. Semoga besok setannya betulan diikat...hehehe. Begitulah...bun, lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang mental anak-anak kita. Salam sehat dan sukses selalu. Semoga mencapai mardhatillah. Barakallah.

20 May
Balas

Aamiin

06 Sep
search