Widayanti Rose

Lahir dan tinggal di Sumenep, saat ini menjadi guru aktif di sebuah SD. Menulis baginya sebuah hobbi yang membawa manfaat. Tulis apapun yang berguna. Karena den...

Selengkapnya
Ketika Guru Batuk Serentak Mendenggar Pidato Mendikbud 

Ketika Guru Batuk Serentak Mendenggar Pidato Mendikbud 

“Jumlah Guru honor di Indonesia saat ini sangat fantantis, setara dengan jumlah penduduk negara Singapura.” Kata pak Mentri di atas podium.

Saya menyimak dari kursi paling belakang. Dengan bayi yang kadang bosan berlama-lama di dalam, Saya harus memilih tempat yang pintu keluar mudah dijangkau.

“360.000 guru menunggu untuk diangkat.”

Wah, sebanyak itu ya. Kok kayak harganya panci yang ditawarkan teman saya. Eh.

“Kenapa jumlahnya bisa sebanyak ini? Banyak guru pensiun, tidak ada pengusulan untuk pengangkatan guru baru. Maka kepala sekolah yang mengangkat guru honor, sehingga saat ini jumlahnya jadi begitu banyak."

Peserta menyimak pidato dengan seksama, sementara saya sambil mengawasi bayi yang baru belajar berdiri dengan berpegangan.

“Kalau dalam waktu setahun diangkat 100.000 guru, maka perlu waktu 7 tahun untuk bisa menuntaskan semua guru honor ini.”

Saya Jadi bingung menghitung 360.000 guru dibagi 100.000 Kok bisa jadi 7 tahun ya. Dari mana hasil pembagiannya. Waduh, kayaknya beliau bukan menyebut 360.000 guru deh. Berapa ya...?

Saya jadi gagal fokus, sejenak searching data guru honor tahun 2018. Lalu jumlah penduduk Singapura untuk memastikan saya tidak salah dengar. Eh, malah makin membuat saya bingung.

Dahlah, lupakan soal angka. Apalah arti sebuah angka, toh pengangkatan belum juga ada. Sekarang fokus lagi dengarkan pidato yang di depan sana.

“Rencana pengangkatan ini sudah dicanangkan oleh wapres Pak JK, ini sudah disetujui. Jadi dalam waktu 7 tahun semua guru honor tuntas diangkat.”

Tepuk tangan bergemuruh menyambut kabar gembira dari Pak Mentri. Sayapun ikut bersemangat sambil melihat Bilqies yang jadi goyang-goyang mendengar tepukan.

Terbayang teman honor di sekolah saya, Bu Jumhairiyah namanya, yang dibayar 300.000 perbulan. Kerjanya sama dengan saya yang juga wali kelas, masuk pukul tujuh pulang tepat di 13.00 Wib.

“Insya Allah berkah walau sedikit." katanya setiap kali menerima honor tiap bulan.

Eh bukan tiap bulan, karena bayarannya sudah ditanggung pemda yang kadang cair tiap tiga bulan, tidak tentu. Sama dengan guru honor se_Indonesia.

Bedanya, sahabatku yang satu ini tidak pernah mengeluh, tidak pernah menuntut ini itu, tidak pernah ikut berdemo.

“Diniatkan ibadah saja. Insya Allah ada ganti lain yang lebih besar. Yang paling penting, mengajar buat saya itu berbagi agar ilmu yang saya dapatkan berkah” Kata-katanya kadang membuat saya sedikit tertampar.

Kalau yang honor saja semangat, bagaiamana PNS seperti saya mau santai-santai?

“Duh, semoga sahabat saya kena jika nanti ada pengangkatan.” Doa saya dalam hati.

“Jadi kalau mau tuntas, harus tujuh tahun lagi. Itupun jika tidak ganti kebijakan baru. Makanya kalau program ini mau terus berlanjut, 2019 jangan ganti presiden.” Kata Pak Mentri membuyarkan lamunan saya tentang Bu Jum.

“Uhuk-uhuk”

“ Ehem-ehem”

“Huaccim”

“Uhuk-uhuk.”

Loh, loh! Kenapa peserta sekeliling saya tiba-tiba batuk berjemaah mendengar kalimat pak Menteri. Ada apa?

“uhuk-uhuk”

“haccim”

“Ehem ehem”

Lagi-lagi terdengar batuknya sahut-sahutan. Bilqiespun jadi menoleh pada sumber batuk. La kok pada kompak batuk-batuk begini ya. Saya ikutan batuk juga ah, Uhuk-Uhuk! Huaccim! Tralala...! Trilili...!

Note: Catatan terserak di Semarak Hardiknas Jawa Timur yang dihadiri oleh Mendikbud Bapak Muhadjir Effendy pada Minggu (22/04/2018) di Kantor P4TK BOE Malang

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Uhuk....uhuk....uhuiiii......calon jd lg nanti.

24 Apr
Balas

Uhuk uhuk, batuk juga nih..hee

24 Apr

Aku baca, begitu nyampe 7 tahun, scroll balik ke atas, bener ya 360.000 dibagi 100.000 = 7 tahun

24 Apr
Balas

Ya saya juga bingung, mau tak cari rekamannya, siapa tau ada yang sempat video

24 Apr
search