Widayanti Rose

Lahir dan tinggal di Sumenep, saat ini menjadi guru aktif di sebuah SD. Menulis baginya sebuah hobbi yang membawa manfaat. Tulis apapun yang berguna. Karena den...

Selengkapnya

PERMULAAN UJIAN NASIONAL YANG BEDA DI SDN GULUKMANJUNG 1 

PERMULAAN UJIAN NASIONAL YANG BEDA DI SDN GULUKMANJUNG 1

Di mana-mana yang namanya ujian itu mesti menegangkan, ya. Seperti hari pertama UN untuk Sekolah Dasar ini, sesaat saya memasuki halaman SDN Gulukmanjung 1 serentak peserta berseru “Duh...” mereka yang tadinya duduk ceria di halaman, langsung masuk kelas.

Keceriaan hilang seketika.

Ekspresinya mirip seperti melihat dokter dengan jarum suntik kali ya. Atau malah lebih parah, jadi kayak melihat hantu jeruk macan. Oh no!

“Lima belas menit sebelum ujian dimulai, pengawas sudah ada di ruangan.” Kata Pak Mursalin saat sosialisasi pengawas UN waktu itu.

Alhamdulillah, pukul 07.30 WIB _Waktu Indonesia Barat, bukan Waktu Indonesia Boleh Berubah_ saya dan bu Yuli sudah ada di ruangan. Tos dulu bu Yuli Rara Sabrina. Hee

“Selamat pagi, Anak-anak!” sapaku setelah berucap salam.

“Pagi.” Jawab beberapa anak dengan wajah masih tegang.

“Alhamdulillah, hari ini kita ujian nasional untuk hari pertama. Bagaimana perasaan kalian hari ini?”

Mereka hanya senyum.

“Tegang?”

“Yaa..!” jawab mereka jujur.

“Biar tidak tegang, kita bernyanyi dulu. Kita nyanyikan lagu disini senang bersama-sama. Mau?”

“Mau...”

“Satu dua tiga... di sini senang....” mereka bernyanyi dengan penuh semangat. Sengaja saya lakukan untuk menghapus kerut yang ada di benak mereka.

“Sekarang angkat tangan kanan kalian!” Mereka memgangkat tangan “letakkan tangan di dada kiri, ikuti kata yang ibu ucapkan.”

“Bismillah, hari ini saya bisa menjalani ujian dengan jujur, mudah dan menyenangkan.”

“Hari ini ... ”mereka mengikuti selftalk yang saya ajarkan, diakhiri dengan tepuk tangan menghempaskan kegundahan.

“Silakan ketua kelas memimpin doa.” Pintaku yang langsung disambut perempuan cantik yang katanya bernama Luluk. Wah, sekarang kok banyak perempuan jadi ketua kelas ya.

Mereka berdoa bersama dipimpin ketua kelas, sementara itu waktu masih menunjukkan pukul 07. 40 menit.

“Ada waktu, Bu? Buat ngaji?” kepala sekolah menghampiri saya.

“Boleh, Bu.”

Ibu KS memberi aba-aba, mereka mengerti dan memulai membaca. Oh bukan, mereka sudah hafal di luar kepala. Membacanya dengan serentak tanpa alqur’an. Subhanallah.

Awalnya saya pikir akan mengaji surat pendek seperti di kelasku, hanya tiga surat terakhir dari alqur’an setiap mau memulai pelajaran. Tapi yang ini, panjang banget! Surat apa ya, saya aja gak hafal. Ups

“Itu surat apa?”

“Annaba, Bu.” Jawab salah satu mereka.

“Kalian hafal?” taanyaku takjub, mereka mengangguk dengan senyum.

Waw! Sekolah yang peserta ujiannya hanya pas untuk satu tim sepak bola ini ternyata hafal surat Annaba.

“Itu program sekolah kami, Bu. Mereka diharuskan menghafal juz ‘amma sebelum lulus.” Kata kepala sekolah saat saya tanya.

“Dari kelas satu sudah kami mulai untuk menghafal surat-surat, ada bagiannya tiap jenjang kelas.” Terang Bu Hj.Lin.

Saya hanya bisa takjub. Jika ini madrasah, wajar saja ada program tahfidz bagi anak didik. Ini loh SD Negeri. T_O_P begete kan?

“Untuk membangun fisik, perlu modal. Ada modal bisa amodel. Karena di sini dana Bos minim, jadi kami prioritaskan membangun jiwanya, barulah menabung untuk bangun fisiknya.” Terang beliau lagi.

Saya jadi teringat pesan Pak Junaidi, guru agama di sekolah. Katanya waktu itu, “Pembangunan anak bangsa itu diawali dengan jiwa. Coba aja simak lagu kebangsaan kita. Bangunlah jiwannya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya..”

“Jadi apalah arti lingkungan sekolah yang sehat, jika jiwa-jiwa penghuninya masih sakit? Penting membangun gedung yang megah, tapi lebih penting membangun jiwa yang sehat.” Kata Pak Jun dengan senyum khasnya.

Saya jadi mengerti, mungkin seperti ini yang pak Jun maksud prioritas membangun jiwa. Revolusi mental kata pemerintah jaman now.

Nah, pelajaran berharga hari ini dari Sekolah Dasar yang mau maju. Membangun jiwa. Dirimu bangun apa? Apa dirimu bangun? eh

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

ujian yang sesungguhnya adalah bagaimana anak-anak mampu membangun revolusi mentalnya. bukan begitu bun..

04 May
Balas

Bener bunda

06 Sep

Setuju banget dengan Pak Jun. Salam sehat dan sukses selalu bunda. Barakallah.

04 May
Balas

Sukses dan salam kangen bunda

06 Sep

Batman Teacher buku yang kemarin diceritakan Pak Murman ternyata pengarang adalah Batwoman Teacher? Salam kenal Bunda Rose

04 May
Balas

Salam kenal juga Bapak..

06 Sep
search