Widayanti Rose

Lahir dan tinggal di Sumenep, saat ini menjadi guru aktif di sebuah SD. Menulis baginya sebuah hobbi yang membawa manfaat. Tulis apapun yang berguna. Karena den...

Selengkapnya
Puasa Ala Bintang

Puasa Ala Bintang

Ada yang beda dengan puasa tahun ini. selain aku puasa dengan debay dalam rahimku, ini juga puasa pertama bagi anakku Bintang. Puasa yang benar-benar dia lakukan dengan niat dan makan sahur.

Sebenarnya tahun lalu sudah aku kenalkan bagaimana puasa untuknya. Namun memang hanya belajar menahan makan minum untuk beberapa jam saja, tanpa membaca niat pada malam hari serta tanpa makan sahur.

"Kapan mau pagi ya, aku sudah tidak sabar ingin puasa." Katanya tadi malam.

Karena ini pengalaman yang pertama, Bintang merasa senang sekali untuk segera bisa sahur. Aku ajarkan untuk tidak buru-buru, nanti terlalu semangat jadinya lapar dan haus.

Sebelum tidur, dia berpesan agar dibangunkan untuk makan sahur. Pokoknya kali ini dia sudah niat banget untuk belajar puasa. Bismillah.

Jam 03.30 makan sahur telah siap. Aku bangunkan Bintang yang tertidur pulas, sebenarnya ada rasa tidak tega membangunkannya di jam-jam begini. Dalam hati sempat mau mengurungkan niat untuk membangunkannya, apalagi ayahnya sempat ragu

"Yakin anaknya mau puasa besok?" Tanya dia di dekat Bintang.

"Dia mau sendiri kok, kita coba saja. Kuat jam berapa ya kasih aja" akupun lalu membangunkan Bintang untuk makan sahur.

Aku fikir bakalan sulit membangunkannya, tapi ternyata tak seperti yang kubayangkan. Sekali saja aku bangunkan dia, dia langsung buka mata.

"Katanya mau sahur nak" ajakku saat dia membuka mata. Dia mwngangguk lalu mengulurkan kedua tangannya untuk bangun. Dengan dibimbing ayahnya untuk cuci muka dan cuci tangan, diapun siap untuk makan sahur bersama.

"Aku makan sahurnya besok pagi saja bu, sekarang masih males" ucapnya saat berada di meja makan.

"Loh, kalau sahur ya sekarang Nak. Besok sudah gak boleh makan dan minum apapun"

"Aku masih males makan" jawabnya sambil menguap.

"Kalau gak makan, besok lapar lo. Katanya dedek mau puasa" kataku mengingatkan niatnya kembali. Diapun mengangguk lalu bersiap untuk makan.

"Masih hafal kan, doa untuk puasa. Ayo dibaca dulu"

"Bismillahirrahmanirrahim..." diapun mulai membaca doa puasa yang dia hafal dari menonton Upin Ipin, yang kubimbing dengan niat bahasa Maduranya

"Niat kaule apasa'a are langgu' bulan Romadhan, taon samangken karena Allah ta'ala" Bintang mengikuti ucapanku lalu mulai makan sahur bersama.

Sehabis sahur, kami menunggu subuh dengan menonton TV. Terdengar pengumuman imsak dari pengeras suara di masjid.

"Itu dek, kalau sudah imsak berarti kita tidak boleh lagi makan dan minum" kataku menjelaskan padanya. Dia mengangguk tanda setuju. Dalam hati aku berdoa semoga puasanya lancar.

Dari subuh dia habiskan waktu untuk menonton TV saja. Tidak tidur lagi sampai pagi.

"Dedek yakin kan untuk puasa?" Tanyaku lagi saat mengajaknya mandi. Dia mengangguk yakin.

Selesai memandikan dia, aku masih menyiapkan pakaian untuknya. Aku kaget saat melihat dia berdiri di depan TV dengan menggigit roti kering di atas meja

"Adek kok makan roti, kan puasa" kataku yang membuat dia juga kaget.

"Aduh, aku lupa bu. Gimana ini?" Jawabnya dengan raut wajah sedih dengan menjulurkan lidahnya berisi roti, sepertinya belum sempat dia telan.

"Ayo keluarkan makanannya, kumur-kumur ya"

"Gimana dah bu?" Tanya dia masih dengan raut sedih.

"Tidak apa-apa, kalau beneran lupa tidak batal puasanya. Kecuali memang disengaja" kataku menjelaskan "adek lupa apa sengaja?"

"Lupa bu"

"Ya sudah, dilanjutkan lagi."

Puasa tetap dilanjutkan, aku ingatkan agar tidak bermain di luar rumah untuk menghindari haus dan lapar. Alhamdulillah dia nurut sampai saatnya adzan dhuhur berkumandang. Saatnya dia berbuka puasa menikmati makan dan minum es. Dan aku hanya menelan ludah saat melihatnya minum es. Ups

Ini kisah romadan 2 tahun lalu ternyata. Hihi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih kembali bunda

09 May
Balas

Berlatih dengan penuh kesabaran dan kelembutan Bund. Terima kasih sudah mampir dan barakallahu fiik

08 May
Balas
search